CILEGON, BP - Berawal dari keprihatinan melihat realita masyarakat sekitar yang rendah akan minat baca, sekumpulan pemuda dari Kecamatan Purwakarta, Kota Cilegon membentuk sebuah komunitas yang diberi nama Damar26 (enemlikur). Setelah terbentuk pada 17-18 Agustus tahun lalu, Komunitas Damar26 kini mewujudkan obsesinya dengan membuka Rumah Baca (RB) Damar26. Menggendeng organisasi kepenulisan Forum Lingkar Pena (FLP) Kota Cilegon, RB Damar26 bukan hanya menyediakan berbagai buku bacaan, tapi juga memiliki program pelatihan menulis dan diskusi literasi.
Penggagas sekaligus Ketua RB Damar26, Ayatullah Marsai menyatakan, dengan terbentuknya komunitas itu diharapkan menjadi penerang dan memberi penyadaran akan pentingnya membaca. Sesuai dengan namanya, kata Ayat, Damar26 memiliki arti khusus, dimana kata damar diartikan sebagai alat penerang, sedangkan 26 (dibaca dengan bahasa Banten, enemlikur) diartikan jumlah huruf alfabet. “Dengan 26 huruf alfabet, kita bisa merangkai berbagai kata yang kita inginkan dan disukai, hingga membentuk sebuah tulisan yang baik, indah, dan kuat,” kata Ayat saat ditemui BANTEN POS, Jumat (9/5).
RB Damar26 yang beralamat di Jalan Pabean, Lingkungan Dukumalang, Kelurahan Tegal Bunder, Kecamatan Purwakarta, Kota Cilegon, merupakan sebuah perwujudan riil komitmen anggota dalam menjalankan cita-cita bersama, yaitu memberi penerang kepada masyarakat, sesuai dengan tagline RB Damar26, “Dengan Kata Kita Bangun Dunia”.
Berbagai koleksi buku yang terdapat di RB Damar26 merupakan buku-buku yang berasal dari para Anggota. Buku yang berada diperpustakaan mini ini boleh dipinjam dan dibawa pulang, dengan catatan harus menjadi anggota terlebih dahulu. Hingga saat ini terdapat sedikitnya 100 orang anggota RB Damar26. “Jumlah buku yang tersedia belum begitu banyak. Jika ada yang menghibahkan buku untuk menambah koleksi, dengan senang hati kami terima,” kata Ayat.
Sementara itu, Ayat membeberkan program Damar26 tidak sebatas hanya memfasilitasi buku untuk dibaca masyarakat saja, kedepan Damar26 akan menjadi wadah apresiasi bakat siapa saja yang senang dengan dunia ilmu pengetahuan dan khusunya kepenulisan. “Program yang kami agendakan berupa diskusi sejarah Kota Cilegon, bedah buku, story taling, menerbitkan media, dan pelatihan menulis,” kata Ayat.(K-11)
BANTEN POS